GEBRAK.ID – Jannik Sinner terus mengukuhkan namanya sebagai salah satu petenis terbaik dunia. Setelah sukses mempertahankan gelar Wimbledon 2026, petenis nomor satu dunia itu juga menorehkan pencapaian bersejarah dengan membukukan kemenangan ke-100 di ajang Grand Slam.
Tonggak prestisius tersebut diraih setelah Sinner mengalahkan Alexander Zverev pada partai final Wimbledon yang berlangsung di Centre Court, All England Club, London, Inggris, Senin (13/7/2026) WIB.
Kemenangan itu sekaligus mengantarkan petenis asal Italia tersebut mempertahankan gelar Wimbledon dan mengoleksi trofi Grand Slam kelima sepanjang kariernya.
Berdasarkan data ATP, Sinner kini menjadi pemain aktif kedelapan yang berhasil mencapai 100 kemenangan di turnamen Grand Slam. Petenis asal Italia itu bergabung dengan deretan petenis elite seperti Novak Djokovic, Stan Wawrinka, Marin Cilic, Alexander Zverev, Gael Monfils, Kei Nishikori, dan Grigor Dimitrov.
Dari 122 pertandingan Grand Slam yang telah dijalani, Sinner membukukan rekor 100 kemenangan dan 22 kekalahan. Persentase kemenangan sebesar 82 persen tersebut menjadi salah satu yang terbaik di antara para petenis aktif.
Hanya Novak Djokovic yang masih memiliki persentase kemenangan lebih tinggi, yakni mencapai 87,6 persen.
JANGAN TERLEWATKAN Pertahankan Gelar Wimbledon Usai Tekuk Zverev, Sinner Torehkan Rekor Baru dan Grand Slam Kelima
Performa Sinner dalam dua setengah musim terakhir juga menunjukkan konsistensi luar biasa. Sejak menjuarai Australian Open 2024, petenis berusia 24 tahun itu membukukan 62 kemenangan dan hanya enam kekalahan di ajang Grand Slam.
Selama periode tersebut, hanya empat petenis yang mampu menghentikan langkahnya, yakni Carlos Alcaraz, Novak Djokovic, Daniil Medvedev, dan Juan Manuel Cerundolo.
Perjalanan Sinner di turnamen Grand Slam dimulai pada Australian Open 2020 saat mengalahkan Max Purcell untuk meraih kemenangan pertamanya di level turnamen utama.
Awal bulan ini, Sinner juga memecahkan rekor sebagai petenis putra Italia dengan jumlah kemenangan Grand Slam terbanyak. Rekor itu tercipta saat ia mengalahkan Nuno Borges pada babak kedua Wimbledon dan mencatat kemenangan ke-95.
Tak hanya mencetak sejarah secara individu, Sinner juga semakin unggul dalam persaingan dengan rival utamanya, Carlos Alcaraz. Gelar Wimbledon 2026 menjadi "Big Title" ke-17 bagi Sinner, atau gabungan gelar Grand Slam, ATP Finals, ATP Masters 1000, dan medali emas Olimpiade nomor tunggal.
Jumlah tersebut kini melampaui koleksi Alcaraz yang mengantongi 15 "Big Title". Padahal, usai Australian Open 2026, petenis Spanyol itu sempat memimpin dengan keunggulan 15-11.
Dominasi Sinner sepanjang musim ini juga terlihat dari keberhasilannya memenangi enam dari tujuh turnamen "Big Title" terakhir, termasuk menyapu bersih lima turnamen ATP Masters 1000 pertama musim 2026, yakni Indian Wells, Miami, Monte Carlo, Madrid, dan Roma. Gelar di Roma sekaligus melengkapi pencapaiannya meraih Career Golden Masters.
Hingga pertengahan musim, Sinner telah mengoleksi enam "Big Title" pada 2026, menyamai pencapaian terbaiknya pada musim 2024. Dengan masih tersisa enam turnamen besar hingga akhir tahun, peluangnya untuk kembali mencetak rekor baru masih terbuka lebar.
(Sumber: ATP)
