Debut Kurang Manis Rekrutan Termahal Celtic, Kasper Hogh Akui Masih Sulit Beradaptasi dengan Lapangan Rumput

Penyerang timnas Denmark, Kasper Hogh, mengakui masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah menjalani debut bersama Celtic di Liga Utama Skotlandia. (Foto: David Young/Actionplus/Profimedia)
Editor: Damar Pratama

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Penyerang timnas Denmark, Kasper Hogh, mengakui masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi setelah menjalani debut bersama Celtic di Liga Utama Skotlandia. Meski timnya menang 1-0 atas Dundee FC, striker berusia 26 tahun itu menyia-nyiakan sejumlah peluang emas di depan gawang.

Hogh didatangkan Celtic pada bursa transfer musim panas 2026 dengan nilai transfer mencapai 11 juta pound sterling atau sekitar Rp242 miliar (kurs sekitar Rp22.000 per pound). Nilai tersebut menjadikannya sebagai pembelian termahal dalam sejarah klub asal Glasgow tersebut.

Namun, laga perdananya di Celtic Park belum berjalan sesuai harapan. Dalam 13 menit pertama pertandingan, mantan striker Bodo/Glimt itu beberapa kali gagal memanfaatkan peluang untuk mencetak gol.

Peluang pertama datang saat menerima umpan di dalam kotak penalti. Sayangnya, tembakannya melebar jauh dari tiang gawang.

Tak lama berselang, Hogh kembali gagal mengonversi umpan Benjamin Nygren menjadi gol meski posisinya hanya beberapa meter dari mulut gawang.

Kesempatan emas lainnya hadir pada menit ke-85. Kali ini, tendangannya dari depan gawang kembali melenceng tipis di sisi tiang sehingga skor tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan Celtic.

Usai pertandingan, Hogh mengaku puas bisa menjalani debut sekaligus membantu tim meraih tiga poin. Namun, ia tak menampik bahwa penyelesaian akhirnya masih perlu banyak diperbaiki.

"Sangat menyenangkan bisa menjalani debut dan saya senang kami meraih kemenangan," ujar Hogh seperti dikutip Sky Sports, Selasa (4/8/2026). "Kami memiliki pendukung yang luar biasa. Saya tahu saya harus lebih banyak berlatih penyelesaian akhir. Yang terpenting saya senang bisa berada di lapangan dan membantu rekan-rekan meraih kemenangan."

Hogh juga mengungkapkan bahwa dirinya masih beradaptasi dengan kondisi lapangan rumput alami, setelah sebelumnya lebih sering bermain di lapangan sintetis saat membela klub Norwegia, Bodo/Glimt.

"Saya tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi selain terus bekerja keras. Saya harus beradaptasi dengan lapangan rumput karena ini benar-benar berbeda bagi saya," katanya.

Pernyataan Hogh mengenai proses adaptasi itu langsung mendapat tanggapan dari pelatih Celtic, Martin O'Neill. Meski memahami kondisi sang pemain, O'Neill enggan menjadikan faktor lapangan sebagai alasan atas kegagalan mencetak gol. "Saya tidak ingin mencari alasan. Sejak awal dia sudah tahu kami bermain di lapangan rumput," ujar dia.

O'Neill bahkan mengatakan kepada Hogh bahwa tim barunya memiliki petugas perawatan lapangan terbaik dan salah satu lapangan terbaik yang ada. "Ini jelas bukan lapangan sintetis. Saya yakin dia akan baik-baik saja. Memang tadi dia melewatkan beberapa peluang," jelasnya.

Hogh diperkirakan akan kembali mendapat kesempatan membuktikan kualitasnya saat Celtic bertandang ke markas Kilmarnock pada laga lanjutan Liga Utama Skotlandia, Minggu mendatang.

(Sumber: SkySports)