Janice Tjen Gagal ke Final DC Open Setelah Pertarungan Sengit Tiga Set di Washington

Langkah petenis putri Indonesia Janice Tjen untuk melaju ke partai final nomor ganda putri WTA 500 Mubadala DC Open 2026 harus terhenti di babak semifinal. Berpasangan dengan petenis senior China, Shuai Zhang, Janice kalah dalam duel ketat yang berlangsung hingga super tie-break di Washington, D.C., Amerika Serikat, Sabtu (1/8/2026) WIB. (Foto: X/WTA)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID -- Langkah petenis putri Indonesia Janice Tjen untuk melaju ke partai final nomor ganda putri WTA 500 Mubadala DC Open 2026 harus terhenti di babak semifinal. Berpasangan dengan petenis senior China, Shuai Zhang, Janice kalah dalam duel ketat yang berlangsung hingga super tie-break di Washington, D.C., Amerika Serikat, Sabtu (1/8/2026) WIB

Pasangan Janice Tjen/Shuai Zhang harus mengakui keunggulan duet Andreja Klepac dan Makoto Ninomiya dengan skor 4-6, 7-5, dan 7-10 dalam pertandingan berdurasi satu jam 35 menit.

Meski gagal melangkah ke final, pencapaian Janice menembus empat besar turnamen level WTA 500 menjadi catatan positif yang menunjukkan perkembangan konsistensinya di level internasional.

Pada set pertama, Janice dan Zhang sempat membuka peluang dengan tampil agresif sejak awal pertandingan. Mereka bahkan sempat unggul sebelum Klepac dan Ninomiya mampu mengejar hingga skor menjadi 4-4.

Momentum kemudian berbalik ke kubu lawan. Pengalaman Klepac dan ketenangan Ninomiya dalam poin-poin krusial membuat mereka menutup set pertama dengan kemenangan 6-4.

Memasuki set kedua, pasangan Klepac/Ninomiya kembali mengambil inisiatif permainan dan sempat unggul 2-0. Namun Janice bersama Zhang menunjukkan mental pantang menyerah.

Mereka bangkit dengan merebut lima gim secara efektif hingga berbalik unggul 5-2. Meski lawan sempat memperkecil ketertinggalan, Janice dan Zhang akhirnya mengamankan set kedua dengan skor 7-5 sehingga pertandingan harus ditentukan melalui super tie-break.

Persaingan semakin ketat pada set penentuan. Kedua pasangan saling bergantian meraih poin, tetapi Klepac dan Ninomiya tampil lebih tenang pada momen-momen penting. Mereka akhirnya memastikan tiket ke final setelah menang 10-7 di super tie-break.

Meski harus mengakhiri perjalanan di semifinal, performa Janice Tjen dan Shuai Zhang sepanjang turnamen layak mendapat apresiasi. Keduanya mampu menyingkirkan sejumlah pasangan unggulan sebelum akhirnya terhenti di empat besar.

Pada babak 16 besar, Janice dan Zhang tampil meyakinkan dengan mengalahkan pasangan Kamilla Rakhimova/Fang Hsien Wu dalam dua set langsung, 6-3 dan 6-4.

Mereka kemudian kembali menunjukkan daya juang tinggi di perempat final saat menghadapi duet Jepang-Meksiko, Miyu Kato dan Giuliana Olmos. Setelah kehilangan set pertama, Janice dan Zhang bangkit untuk membalikkan keadaan dengan skor 4-6, 6-2, dan 10-0 pada super tie-break.

Hasil di Washington menjadi modal berharga bagi Janice Tjen untuk terus meningkatkan peringkat dunia sekaligus menambah kepercayaan diri menghadapi rangkaian turnamen WTA berikutnya. Penampilan impresifnya di DC Open juga memperlihatkan bahwa petenis muda Indonesia tersebut semakin mampu bersaing menghadapi pasangan-pasangan elite di level dunia.

(Sumber: WTA)