![]() |
| Jetstar akan mengenakan biaya untuk tas kabin di bagasi atas mulai Februari 2027. Kebijakan baru memicu kritik dari penumpang. ( Foto: Wikipedia) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA – Maskapai berbiaya hemat asal Australia, Jetstar, mengumumkan perubahan besar pada kebijakan bagasi kabin. Mulai 2 Februari 2027, penumpang yang ingin menyimpan tas kabin di kompartemen bagasi atas (overhead locker) akan dikenakan biaya tambahan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi Jetstar untuk mempercepat proses naik pesawat (boarding), mengurangi kepadatan di kabin, sekaligus meningkatkan ketepatan waktu keberangkatan pesawat.
CEO Jetstar Stephanie Tully mengatakan perubahan itu dirancang berdasarkan hasil riset terhadap pelanggan dan awak kabin.
"Dengan memberikan jatah tas di bawah kursi kepada pelanggan serta opsi Priority Carry-on, kami dapat memanfaatkan ruang kompartemen atas secara lebih baik, memperlancar proses naik pesawat, dan membantu lebih banyak penerbangan berangkat tepat waktu," ujar Tully, dikutip dari Reuters.
Tas Kecil Tetap Gratis
Dalam aturan baru tersebut, setiap penumpang tetap diperbolehkan membawa satu barang kecil, seperti tas tangan, ransel kecil, atau tas laptop yang dapat disimpan di bawah kursi tanpa dikenakan biaya.
Sementara itu, penumpang yang membawa koper kabin atau tas berukuran lebih besar dan ingin meletakkannya di bagasi atas harus membeli layanan Priority Carry-on. Tarif layanan ini berkisar A$25 hingga A$52 per penerbangan (sekitar Rp260 ribu hingga Rp550 ribu), tergantung rute penerbangan.
Sebagai kompensasi, penumpang yang membeli layanan tersebut akan memperoleh hak naik pesawat lebih awal (priority boarding) serta dapat membawa tas kabin dengan berat hingga 10 kilogram tanpa lagi melalui pemeriksaan berat di gerbang keberangkatan.
Ikuti Tren Maskapai Berbiaya Hemat
Jetstar menyatakan kebijakan ini sejalan dengan praktik sejumlah maskapai berbiaya hemat di Eropa dan Amerika Serikat yang telah lebih dahulu mengenakan biaya untuk penggunaan kompartemen bagasi atas.
Maskapai menilai sistem tersebut memberikan keleluasaan bagi pelanggan untuk hanya membayar layanan yang benar-benar dibutuhkan sehingga tarif dasar tiket tetap dapat dipertahankan lebih rendah.
Menuai Kritik
Meski demikian, pengumuman tersebut langsung menuai kritik dari penumpang, pakar penerbangan, hingga kelompok perlindungan konsumen di Australia.
Banyak pihak menilai kebijakan itu hanya menjadi cara baru maskapai memperoleh pendapatan tambahan melalui biaya-biaya di luar harga tiket. Beberapa pengamat bahkan menyebutnya sebagai "cash grab" atau strategi meraup uang dari layanan yang sebelumnya tersedia tanpa biaya.
Kelompok konsumen juga mengingatkan bahwa semakin banyak biaya tambahan dapat menyulitkan masyarakat membandingkan harga tiket antar-maskapai secara transparan.
Menanggapi kritik tersebut, kantor Menteri Transportasi Australia menegaskan bahwa maskapai wajib menyampaikan seluruh biaya tambahan secara jelas kepada calon penumpang saat proses pemesanan tiket sehingga konsumen dapat mengambil keputusan dengan informasi yang lengkap.
Berlaku Mulai Februari 2027
Perubahan aturan ini akan mulai diterapkan pada seluruh penerbangan Jetstar mulai 2 Februari 2027. Penumpang yang tidak membeli layanan Priority Carry-on tetap dapat membawa satu tas kecil yang muat di bawah kursi secara gratis, sedangkan penggunaan kompartemen bagasi atas akan dikenakan biaya sesuai rute penerbangan.
(berbagai sumber)
