![]() |
| Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul tiba di Jakarta untuk kunjungan resmi pertama dalam 15 tahun, bertemu Presiden Prabowo untuk perkuat kemitraan strategis. ( Foto: tangkapan layar) |
Editor: Damar Pratama
GEBRAK.ID,JAKARTA--Perdana Menteri sekaligus Menteri Dalam Negeri Thailand, Anutin Charnvirakul, tiba di Jakarta pada hari ini, Senin (3/8), untuk memulai kunjungan resmi kenegaraan selama dua hari. Lawatan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kunjungan resmi pertama Perdana Menteri Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir.
Kedatangan Anutin di Bandara Halim Perdanakusuma disambut dengan protokol kenegaraan. Ia didampingi oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, dalam kunjungan yang dilakukan atas undangan Presiden Republik Indonesia.
Agenda Utama di Istana Kepresidenan
Agenda puncak kunjungan ini adalah pertemuan bilateral antara PM Anutin dan Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin siang. Pertemuan ini merupakan "Konsultasi Pemimpin ke-2" (2nd Leaders' Consultation) yang akan membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang.
Beberapa isu strategis yang masuk dalam agenda pembahasan meliputi:
· Keamanan dan Pemberantasan Kejahatan Transnasional: Termasuk isu perdagangan gelap dan kejahatan siber.
· Perdagangan dan Investasi: Membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk dan jasa kedua negara.
· Ketahanan Pangan dan Energi: Memperkuat rantai pasok di tengah ketidakpastian global.
· Hubungan Antar Masyarakat: Mendorong kerja sama pariwisata dan pendidikan.
Kedua pemimpin juga dijadwalkan mengumumkan Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026-2030, yang akan menjadi kerangka kerja sama selama lima tahun ke depan. Pengumuman ini merupakan tindak lanjut dari peningkatan hubungan menjadi Kemitraan Strategis saat Presiden Prabowo berkunjung ke Thailand pada Mei 2025, yang bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.
Juru Bicara Pemerintah Thailand, Rachada Dhnadirek, menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengubah hubungan baik menjadi peluang ekonomi yang nyata. "Pemerintah menginginkan kebijakan luar negeri untuk memperkuat ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara nyata," ujarnya. Ia menyoroti Indonesia dengan populasi sekitar 280 juta jiwa sebagai pasar dan mitra investasi yang sangat potensial bagi bisnis Thailand.
Agenda Regional dan Visi ASEAN
Selain agenda bilateral, PM Anutin juga memiliki jadwal penting yang berkaitan dengan kepemimpinan regional Thailand. Pada hari kedua, Selasa (4/8), ia dijadwalkan untuk membuka Forum Bisnis Thailand-Indonesia yang digagas oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).
Puncaknya, Anutin akan menyampaikan pidato kebijakan luar negeri di Sekretariat ASEAN di Jakarta. Pidato ini akan memaparkan visi Thailand untuk ASEAN yang "bersatu, tangguh secara ekonomi, dan berpusat pada rakyat".Acara ini juga menjadi bagian dari persiapan Thailand untuk mengambil alih keketuaan ASEAN pada tahun 2028.
Rekayasa Lalu Lintas Selama Kunjungan
Sehubungan dengan kunjungan kenegaraan ini, Polda Metro Jaya memberlakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan protokol Jakarta. Rekayasa lalu lintas berlaku pada Senin (3/8) dan Selasa (4/8), namun hanya akan diberlakukan saat iring-iringan rombongan tamu negara melintas, bukan sepanjang hari.
Sepuluh ruas jalan yang berpotensi terdampak adalah Jalan Halim Perdanakusuma, Jalan MT Haryono, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Asia Afrika, Jalan Sisingamangaraja, dan Jalan Trunojoyo. Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi waktu perjalanan atau memilih jalur alternatif.
( berbagai sumber)
