GEBRAK.ID, MADRID -- Keputusan Real Madrid merekrut striker muda Carlos Espi dari Levante memunculkan kembali kisah legendaris Jose Mourinho saat bersikeras mendatangkan Didier Drogba ke Chelsea pada 2004. Cerita lama itu kembali viral karena dinilai memiliki kemiripan dengan proses transfer penyerang muda asal Spanyol tersebut.
Los Blancos resmi memboyong Carlos Espi dengan menebus klausul pelepasannya senilai 25 juta euro atau sekitar Rp520 miliar. Penyerang berusia 21 tahun itu diproyeksikan menjadi salah satu investasi jangka panjang klub setelah Gonzalo Garcia hengkang ke Fulham.
Menurut laporan media Spanyol Marca, Sabtu (1/8/2026), perekrutan Espi terjadi atas rekomendasi langsung Jose Mourinho. Pelatih asal Portugal itu disebut sangat yakin dengan potensi sang pemain, meski namanya belum setenar para striker elite Eropa.
Keputusan tersebut langsung mengingatkan publik pada kisah Mourinho saat pertama kali menangani Chelsea pada 2004.
Saat itu, pemilik Chelsea Roman Abramovich disebut mempersilakan Mourinho memilih striker kelas dunia. Namun, Mourinho justru meminta klub merekrut Didier Drogba yang kala itu belum menjadi bintang besar.
"Ketika itu Abramovich bertanya, 'Siapa itu Drogba?'. Saya bilang, 'Mr Abramovich, diam dan belilah'," kenang Mourinho dalam sebuah wawancara yang kembali ramai diperbincangkan.
Keputusan tersebut terbukti menjadi salah satu transfer paling sukses dalam sejarah Chelsea. Drogba menjelma menjadi mesin gol The Blues, mempersembahkan berbagai gelar bergengsi, termasuk empat trofi Premier League dan satu gelar Liga Champions. Ia juga masuk dalam jajaran pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub London tersebut.
Kini, banyak penggemar sepak bola penasaran apakah Carlos Espi mampu mengikuti jejak sukses Drogba.
Espi tampil cukup impresif bersama Levante musim lalu dengan mencetak 11 gol dari 25 pertandingan LaLiga. Performa tersebut membuatnya dilirik sebagai salah satu penyerang muda paling menjanjikan di Spanyol.
Karier profesional Espi dimulai bersama tim utama Levante pada Februari 2024 saat klub masih berlaga di Segunda Division. Setelah Levante promosi ke kasta tertinggi, ia menjalani debut di LaLiga pada Agustus 2025 dan langsung menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Real Madrid berharap Espi dapat berkembang menjadi penyerang andalan dalam beberapa musim ke depan. Meski masih berusia muda, kepercayaan yang diberikan klub menunjukkan besarnya harapan terhadap potensinya.
Kini, sorotan publik tertuju kepada Carlos Espi. Mampukah striker muda itu mengulang kisah sukses Didier Drogba, pemain yang dulu juga direkrut berkat keyakinan penuh Jose Mourinho?
(Sumber: Marca)
