GEBRAK.ID -- Pelatih Aston Villa, Unai Emery, menunjukkan kepercayaan diri tinggi jelang duel bergengsi melawan Paris Saint-Germain (PSG) pada final Piala Super Eropa yang dijadwalkan berlangsung 13 Agustus 2026. Meski menyadari lawannya salah satu tim terbaik di dunia, Emery yakin Villa memiliki kemampuan memberikan perlawanan sekaligus memburu trofi bergengsi tersebut.
Sebelum menghadapi PSG, Aston Villa masih akan menjalani serangkaian laga pramusim, termasuk menghadapi Indonesia All Stars di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (1/8/2026) pukul 19.30 WIB.
Emery menilai seluruh pertandingan pramusim menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan tim sebelum memasuki musim kompetisi 2026/2027.
"Dalam 10 hingga 12 hari ke depan kami akan memainkan pertandingan melawan mereka. Tentu saja ini adalah pertandingan yang spesial. Kami akan mencoba menikmatinya, mempersiapkan diri, dan bersaing. Kami ingin membangun tim sebaik mungkin meski tahu kami belum berada di level terbaik," ujar Emery dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (31/1/2026).
Laga melawan Indonesia All Stars menjadi pertandingan pramusim keempat Aston Villa. Sebelumnya, klub asal Birmingham itu menang telak 5-0 atas Walsall, namun kemudian menelan dua kekalahan, masing-masing 1-2 dari FC Porto dan 2-4 saat menghadapi Real Sociedad.
JANGAN TERLEWATKAN Unai Emery Kaget dengan Sambutan Fans Indonesia, Aston Villa Siap Suguhkan Pertunjukan Istimewa di GBK
Setelah meninggalkan Indonesia, Aston Villa dijadwalkan melanjutkan tur pramusim ke Thailand untuk menghadapi BG Pathum United pada 4 Agustus 2026. Tiga hari kemudian, Villa akan melakoni ujian berat melawan Bayern Muenchen sebelum bertemu PSG di partai Piala Super Eropa.
Menghadapi juara Liga Champions tersebut, Emery tidak menutup mata terhadap kualitas lawannya. Ia bahkan menyebut PSG sebagai salah satu tim terbaik di dunia saat ini.
"PSG adalah salah satu tim terbaik di dunia dengan pelatih terbaik di dunia saat ini. Kami akan mencoba bersaing sebaik mungkin dengan pemain yang kami miliki sekarang. Ini adalah tantangan pertama kami," kata Emery.
Meski demikian, mantan pelatih Sevilla dan Villarreal itu menegaskan target utama Aston Villa tetap menjaga konsistensi sepanjang musim, khususnya di Liga Inggris.
"Sangat penting bagaimana kami mengelola musim setelah final ini. Premier League tetap menjadi prioritas utama agar kami bisa bersaing di papan atas. Liga Champions juga merupakan kompetisi yang ingin kami nikmati dan kami ingin terus bersaing di sana," ujar Emery.
Kepercayaan diri Emery bukan tanpa alasan. Aston Villa memiliki pengalaman menghadapi PSG pada perempat final Liga Champions musim lalu.
Saat itu, Villa kalah 1-3 pada leg pertama. Namun mereka mampu membalas dengan kemenangan 3-2 pada leg kedua. Meski akhirnya tersingkir dengan agregat 4-5, Emery menilai dua pertandingan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi timnya.
"Dalam dua pertandingan itu kami sangat dekat untuk memiliki kesempatan mengalahkan mereka. Pengalaman tersebut sangat baik bagi kami, bagi saya dan para pemain, untuk semakin percaya pada kemampuan kami bersaing di level tertinggi," ucap pelatih berusia 54 tahun itu.
Dengan bekal pengalaman tersebut, Aston Villa kini berharap dapat tampil lebih matang saat kembali berjumpa PSG. Final Piala Super Eropa pun menjadi kesempatan bagi Emery dan anak asuhnya untuk membuktikan bahwa Villa mampu bersaing dengan klub-klub elite Eropa.
(Berbagai Sumber)
