Sunlife Syariah Resmi Beroperasi untuk Perluas Perlindungan yang Amanah bagi Keluarga Indonesia

sun syariah

PT Sun Life Financial Syariah Indonesia atau Sunlife Syariah resmi beroperasi sebagai perusahaan mandiri sejak 1 Oktober 2026. Sun Life Syariah memperkenalkan identitas dan komitmen barunya dalam acara HijrahFest LinkUp 2026 di Jakarta pada Senin (1/11/2026). (Foto: Sunlife Syariah)

GEBRAK.ID, JAKARTA — PT Sun Life Financial Syariah Indonesia atau Sunlife Syariah resmi beroperasi sebagai perusahaan mandiri. Pemisahan unit usaha syariah dari PT Sun Life Financial Indonesia ini menjadi langkah perusahaan untuk memperkuat layanan perlindungan berbasis syariah bagi masyarakat Indonesia.

Perusahaan memperkenalkan identitas dan komitmen barunya dalam acara HijrahFest LinkUp 2026 di Jakarta pada Senin (1/11/2026). Dengan semangat “Ikhtiar Anda, Kami Jaga dengan Amanah”, Sunlife Syariah ingin menghadirkan perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga sekaligus memperluas pemahaman masyarakat mengenai asuransi syariah.

Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, mengatakan pemisahan tersebut memungkinkan perusahaan lebih fokus mengembangkan solusi perlindungan syariah.

“Kami ingin mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai perlindungan syariah dan memperluas aksesnya, agar lebih banyak keluarga tidak hanya memahami, tetapi juga benar-benar terlindungi,” kata Albertus.

Kemandirian perusahaan ditandai dengan struktur Direksi, Dewan Komisaris, dan Dewan Pengawas Syariah tersendiri. Sunlife Syariah juga berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Untuk memperluas jangkauan layanan, perusahaan mengandalkan kemitraan dengan Bank Muamalat Indonesia, CIMB Niaga Syariah, dan Bank Syariah Nasional, serta jaringan agensi. Sunlife Syariah menyebut memiliki 487 tenaga pemasar syariah tersertifikasi dan 14 Kantor Pemasaran Mandiri Syariah.

Presiden Direktur Sunlife Syariah, Agung Prambudi, menegaskan bahwa amanah harus menjadi bagian dari pelayanan, bukan sekadar slogan perusahaan.

“Kami ingin peserta mendapatkan solusi yang sesuai dengan kebutuhannya, memahami perlindungan yang dimiliki, dan terus mendapatkan pendampingan ketika dibutuhkan,” ujar Agung.

Produk perlindungan yang ditawarkan mencakup kebutuhan jiwa dan kesehatan, pendidikan, persiapan haji, perencanaan warisan, hingga dana hari tua. Perusahaan juga menyasar generasi sandwich yang harus menyeimbangkan kebutuhan diri sendiri, anak, dan orang tua.

Potensi Besar dan Tantangan Literasi

Peluang pengembangan asuransi syariah di Indonesia masih terbuka. Data OJK yang dipublikasikan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia menunjukkan kontribusi industri mencapai Rp11,72 triliun pada semester I 2026. Sementara itu, aset industri tumbuh 7,09 persen secara tahunan menjadi Rp50,90 triliun per Juni 2026.

Namun, hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan syariah baru mencapai 43,07 persen, sedangkan inklusinya sebesar 13,24 persen. Angka ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat belum sepenuhnya berujung pada penggunaan layanan keuangan syariah.

Sunlife Syariah mengedepankan prinsip ta’awun atau saling menolong. Melalui mekanisme dana tabarru’ sesuai akad dan ketentuan syariah, kontribusi peserta digunakan untuk membantu peserta lain yang menghadapi risiko yang dijamin. Jika terdapat surplus underwriting, pemanfaatannya mengikuti akad dan ketentuan yang berlaku.

Peluncuran ini juga bertepatan dengan pembaruan identitas merek global Sun Life melalui semangat “Making Life Brighter”. Perusahaan menyatakan perubahan identitas tidak mengurangi manfaat polis maupun hak peserta yang sudah ada.

(Saeful Imam/Siaran Pers Sun Life Indonesia)

Dukung GEBRAK.ID

Jika berita kami bermanfaat, dukung keberlanjutan jurnalisme independen melalui donasi sukarela.

Dukung lewat Saweria
Ikuti Berita GEBRAK.ID Informasi terbaru langsung di WhatsApp

Mau tahu berita penting tanpa harus mencari-cari?

Kami kirim berita pilihan GEBRAK.ID langsung melalui WhatsApp.

Follow Channel GEBRAK.ID