Dari Ekonom UI hingga Pimpin BI, Segudang Fakta di Balik Nama Destry Damayanti


Perjalanan karier Destry Damayanti dari dosen UI, Kepala Ekonom Bank Mandiri, hingga Plt Gubernur BI. Cek juga total asetnya di LHKPN.(Foto: ist) 

Editor: Dinar Kencana

GEBRAK. ID, JAKARTA – Destry Damayanti resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri. Penunjukan ini menambah babak penting dalam kariernya sebagai ekonom senior dengan pengalaman lintas sektor. 

Latar Belakang Pendidikan

Perempuan kelahiran Jakarta pada 1963 ini menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Ia kemudian melanjutkan pendidikan pascasarjana dan meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, New York, Amerika Serikat. 

Bidang Regional Science yang ditekuninya berfokus pada keterkaitan antara ekonomi, pembangunan wilayah, investasi, dan kebijakan publik. Latar belakang ini menjadi dasar kuat dalam perjalanan kariernya sebagai ekonom dan pembuat kebijakan. 

Rekam Jejak Karier

Karier profesional Destry dimulai sebagai Senior Economic Adviser untuk Duta Besar Inggris di Indonesia pada periode 2000–2003, di mana ia terlibat dalam analisis isu ekonomi makro dan hubungan ekonomi internasional. 

Setelah itu, ia kembali ke dunia akademik sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2005–2006.

Di sektor swasta, Destry mencatatkan karier cemerlang dengan menjabat sebagai Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005–2011) sebelum dipercaya menjadi Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011–2015). 

Pada periode yang sama, ia juga dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 2014–2015.

Pengalamannya berlanjut di sektor pengawasan sistem keuangan sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015–2019. Di LPS, ia menangani isu penjaminan simpanan, resolusi bank, serta menjaga kepercayaan publik terhadap sistem perbankan nasional. 

Karier di Bank Indonesia

Destry pertama kali ditetapkan sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019 untuk periode 2019–2024 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.

Setelah masa jabatan pertama berakhir, ia kembali dipercaya menduduki posisi yang sama untuk periode 2024–2029 melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024.

Penunjukannya sebagai Pejabat Sementara Gubernur BI pada 27 Juli 2026 sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, di mana jabatan gubernur yang kosong secara otomatis dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior. 

Harta Kekayaan

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun pelaporan 2025 yang disampaikan pada 19 Maret 2026, Destry memiliki total harta kekayaan bersih Rp100,236 miliar. 

Mayoritas kekayaan berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp57,107 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Pandeglang, Tangerang, dan Kota Serang . Aset properti terbesarnya adalah tanah seluas 1.438 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp20 miliar. 

Selain itu, Destry melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp1,077 miliar yang terdiri dari sepeda Litespeed Road Bike, sepeda lipat Dahon, sepeda lipat listrik Pacific, mobil Hyundai Ioniq 5, Vespa Sprint S 150, dan mobil BYD Seal. 

Destry juga memiliki harta bergerak lainnya Rp12,36 miliar, surat berharga Rp15,23 miliar, kas dan setara kas Rp15,07 miliar, serta harta lainnya Rp2,89 miliar dengan total utang Rp3,52 miliar. 

(berbagai sumber)