Google Klaim AI Bikin Chrome Makin Aman, Lebih dari 1.000 Celah Keamanan Berhasil Ditambal

Google mengungkapkan kecerdasan artifisial (AI) kini berperan besar dalam meningkatkan keamanan peramban Chrome. Berkat pemanfaatan teknologi AI, perusahaan tersebut mengaku berhasil menemukan dan memperbaiki lebih banyak celah keamanan hanya dalam satu bulan dibandingkan total perbaikan selama dua tahun sebelumnya. (Foto ilustrasi: Pixabay)
Editor: Devona R

GEBRAK.ID -- Google mengungkapkan kecerdasan artifisial (AI) kini berperan besar dalam meningkatkan keamanan peramban Chrome. Berkat pemanfaatan teknologi AI, perusahaan tersebut mengaku berhasil menemukan dan memperbaiki lebih banyak celah keamanan hanya dalam satu bulan dibandingkan total perbaikan selama dua tahun sebelumnya.

Mengutip laporan TechCrunch, Jumat (31/7/2026) Google menyebut telah menambal 1.072 celah keamanan pada dua versi terbaru Chrome, yakni Chrome 149 dan Chrome 150 yang dirilis pada Juni 2026.

Jumlah itu bahkan melampaui total 1.036 celah keamanan yang diperbaiki pada 23 versi Chrome sebelumnya yang dirilis dalam kurun dua tahun terakhir. Capaian tersebut menunjukkan perubahan signifikan dalam pendekatan Google terhadap keamanan siber.

Google menjelaskan, peningkatan ini tidak lepas dari pemanfaatan model bahasa besar atau large language model (LLM), termasuk Gemini, yang mampu membantu tim keamanan mengidentifikasi potensi kerentanan secara lebih cepat dan efisien.

Direktur Engineering Chrome, Doug Turner, mengatakan teknologi AI telah mengubah cara industri keamanan siber bekerja.

"Dengan menerapkan model seperti Gemini, kami dapat memperbaiki kerentanan secara proaktif, mendahului para pelaku ancaman, dan membuat Chrome semakin aman pada setiap pembaruan," ujar Doug.

Menurut Google, AI memungkinkan proses pencarian celah keamanan dilakukan secara otomatis dalam skala besar. Hal itu membuat berbagai kerentanan yang sebelumnya sulit ditemukan secara manual kini dapat dideteksi lebih awal sebelum dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber.

Tren pemanfaatan AI untuk memperkuat keamanan digital juga mulai diadopsi perusahaan teknologi lain. Microsoft, misalnya, baru-baru ini mengumumkan berhasil memperbaiki 570 celah keamanan di berbagai produknya dalam pembaruan bulanan "Patch Tuesday" dengan bantuan teknologi AI.

Sementara itu, Apple belum menunjukkan peningkatan yang sama. Berdasarkan perhitungan independen, perusahaan tersebut telah memperbaiki sekitar 482 celah keamanan sepanjang 2026. Jumlah itu relatif sebanding dengan capaian tahun sebelumnya dan belum mengalami lonjakan signifikan seperti yang dicatat Google.

Pemanfaatan AI dalam keamanan siber diperkirakan akan terus berkembang. Selain mempercepat proses identifikasi kerentanan, teknologi ini juga diharapkan mampu membantu perusahaan merespons ancaman digital secara lebih cepat di tengah meningkatnya kompleksitas serangan siber.

(Sumber: TechCrunch)