Editor: A. Rayyan K
Aroma persaingan mulai memanas menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol. Tampak dalam gambar skuad Timnas Prancis. (Foto: X/FIFA)
GEBRAK.ID – Aroma persaingan mulai memanas menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Spanyol. Bek Les Bleus, Ibrahima Konate, mengakui calon lawannya tampil luar biasa sepanjang turnamen.
Meski demikian, Konate menegaskan timnya sama sekali tidak gentar menghadapi La Furia Roja.
Prancis dijadwalkan bertemu Spanyol di Stadion AT&T, Amerika Serikat, Rabu (15/7/2026) WIB, dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling menarik di Piala Dunia 2026.
"Anda tidak boleh takut kepada siapa pun. Sekarang kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berharap hasil akhirnya akan menguntungkan kami," ujar Konate, seperti dikutip Diario AS, Senin (13/7/2026).
Pernyataan bek anyar Real Madrid itu menjadi respons atas komentar bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, yang lebih dulu menyatakan timnya tidak memiliki rasa takut menghadapi Prancis.
"Kami telah mengalahkan Prancis dalam dua pertandingan terakhir. Jika Prancis harus takut kepada satu tim, itu adalah kami. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi, tetapi kami tidak takut," kata Yamal.
Ucapan Yamal bukan tanpa alasan. Spanyol datang ke semifinal dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatatkan rekor impresif. Pasukan Luis de la Fuente belum terkalahkan dalam 36 pertandingan secara beruntun dan hanya kebobolan satu gol sepanjang enam laga di Piala Dunia 2026.
Tak hanya itu, La Furia Roja juga berhasil memenangi dua pertemuan terakhir melawan Prancis, sehingga memiliki modal psikologis yang cukup kuat.
Meski mengakui kualitas lawannya, Konate menilai Prancis tidak boleh terpaku pada satu pemain. Menurutnya, kekuatan Spanyol justru terletak pada kolektivitas tim.
"Spanyol adalah tim yang istimewa dengan banyak pemain berkualitas. Kami tidak akan fokus hanya kepada satu pemain, meskipun Lamine Yamal adalah pesepak bola hebat," ujar Konate.
Optimisme serupa juga disampaikan bek Prancis lainnya, Maxence Lacroix. Ia menyebut Les Bleus sangat menghormati kualitas Spanyol, tetapi tetap datang dengan target utama membawa pulang kemenangan.
"Saya tidak akan mengatakan kami takut. Kami tahu kualitas mereka. Mereka memenangi hampir semua pertandingan dan memiliki banyak pemain hebat. Namun, kami juga ingin menang," kata Lacroix.
Laga semifinal ini memiliki arti penting bagi Prancis. Jika berhasil menyingkirkan Spanyol, Les Bleus akan mencatat sejarah dengan tampil di final Piala Dunia untuk tiga edisi berturut-turut setelah menjadi juara pada 2018 dan runner-up pada 2022.
Sepanjang sejarah Piala Dunia, pencapaian tersebut baru pernah dilakukan oleh Jerman Barat yang tampil di final pada 1982, 1986, dan 1990, serta Brasil yang mencapai partai puncak pada edisi 1994, 1998, dan 2002.
Pemenang duel Prancis kontra Spanyol akan menghadapi pemenang semifinal lainnya yang mempertemukan Inggris dengan juara bertahan Argentina dalam perebutan gelar juara dunia 2026.
(Sumber: Diario AS)