![]() |
| Danantara menargetkan mulai 2028 seluruh jabatan strategis BUMN diisi talenta internal melalui sistem SDM berstandar global. ( Foto: ist) |
GEBRAK.ID,Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia mulai membangun sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) terintegrasi di seluruh ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini menjadi bagian dari transformasi BUMN untuk menciptakan sistem pengembangan talenta yang lebih profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara yang juga Kepala Badan Pelaksana (BP) BUMN, Dony Oskaria, mengatakan target besar yang ingin dicapai adalah seluruh posisi strategis di lingkungan BUMN, mulai dari direktur hingga CEO, dapat diisi oleh talenta yang tumbuh dan berkembang dari dalam perusahaan pada 2028.
"Inilah yang memastikan nanti keberlanjutan daripada perusahaan kita ke depan," ujar Dony dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).
Menurut Dony, pengembangan SDM menjadi salah satu pilar utama transformasi BUMN. Karena itu, Danantara tengah menyusun sistem manajemen talenta yang mengacu pada standar perusahaan global sehingga proses pengembangan karier berlangsung lebih objektif dan terukur.
Terapkan Single Grading System
Tahap awal transformasi dilakukan melalui penerapan Single Grading System dan Job Value. Sistem ini bertujuan menyelaraskan struktur jabatan, penilaian pekerjaan, hingga jenjang karier di seluruh grup perusahaan BUMN.
Selain itu, Danantara juga menerapkan Job Requirement dan Competency Matrix sebagai dasar dalam proses rekrutmen, promosi, maupun rotasi pegawai.
Dengan pendekatan tersebut, setiap jabatan akan diisi berdasarkan kompetensi, pengalaman, kualifikasi, dan hasil asesmen yang objektif, sehingga peluang praktik penempatan berdasarkan kedekatan atau preferensi tertentu dapat diminimalkan.
Danantara Corporate University Siapkan 300 Talenta Unggulan
Sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan, Danantara membentuk Danantara Corporate University. Lembaga ini akan menjadi pusat pengembangan sekitar 300 talenta unggulan BUMN yang dipersiapkan sebagai calon pemimpin perusahaan di masa depan.
Para peserta akan mendapatkan pelatihan kepemimpinan, penguatan kompetensi teknis, kemampuan manajerial, hingga pengembangan soft skills dengan standar yang seragam di seluruh ekosistem BUMN.
Program tersebut diharapkan mampu menciptakan pipeline kepemimpinan yang berkesinambungan sehingga kebutuhan direksi maupun pimpinan perusahaan dapat dipenuhi dari sumber daya internal.
CEO Diminta Bertanggung Jawab Mengembangkan Talenta
Dony menegaskan, membangun talenta merupakan tanggung jawab utama setiap CEO BUMN. Menurutnya, keberhasilan transformasi perusahaan tidak hanya diukur dari pencapaian kinerja bisnis saat ini, tetapi juga dari keberhasilan menyiapkan generasi pemimpin berikutnya.
"Semua harus talent-talent yang kita develop. Itulah tanggung jawab kita sebagai seorang CEO," tegasnya.
Ia menambahkan, transformasi SDM menjadi bagian dari agenda besar reformasi BUMN yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat daya saing perusahaan negara sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Reformasi BUMN Berfokus pada Tata Kelola dan Profesionalisme
Pembangunan sistem SDM terintegrasi melengkapi berbagai agenda transformasi yang tengah dijalankan Danantara, mulai dari penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan efisiensi operasional, hingga optimalisasi investasi aset negara.
Melalui standardisasi pengelolaan SDM, Danantara berharap seluruh BUMN memiliki sistem karier yang lebih meritokratis, transparan, dan mampu menghasilkan pemimpin berkualitas tanpa bergantung pada rekrutmen eksternal untuk posisi-posisi strategis.
Target pada 2028 menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem BUMN yang lebih kompetitif di tingkat global, dengan kepemimpinan yang lahir dari proses pembinaan talenta secara berkelanjutan di dalam perusahaan.
( berbagai sumber)
