![]() |
| Akad massal 62.710 KPR subsidi di Batang dihadiri Presiden Prabowo. BNI, BTN, dan BSN salurkan pembiayaan rumah untuk MBR dengan bunga 5%. Program Tiga Juta Rumah terus berjalan. ( Foto: ist) |
Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID,JAKARTA - Sebanyak 62.710 debitur resmi memiliki rumah pertama melalui akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang digelar di Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Acara yang dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto ini menjadi bukti nyata perluasan akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Akad massal yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh 200 debitur secara langsung, sementara 62.510 lainnya mengikuti secara daring dari 165 titik yang tersebar di 36 provinsi . Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah untuk mendorong kepemilikan rumah bagi MBR melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas akses hunian layak. "Kita menghendaki seluruh warga Indonesia bisa punya rumah yang layak. Untuk itu kita bekerja keras dengan berbagai program," ujar Prabowo.
Bank BNI Dukung Penuh Program Prioritas
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menjadi salah satu bank penyalur yang berpartisipasi dalam akad massal ini. Direktur Commercial Banking BNI Muhammad Iqbal menegaskan, dukungan ini merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif.
"BNI terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat melayani negeri sepenuh hati, kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak melalui penyaluran KPR Rumah Subsidi," ujar Iqbal dalam keterangan tertulisnya.
Kolaborasi Perbankan: BTN dan BSN Juga Turut Andil
Selain BNI, perbankan lain juga menunjukkan partisipasi aktif dalam program ini. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan diri sebagai bank penyalur terbesar dengan 30.203 debitur yang mengikuti akad massal.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengungkapkan, pencapaian ini tidak lepas dari dukungan Danantara Indonesia yang memperkuat kolaborasi ekosistem perumahan nasional. "Pencapaian BTN sebagai penyalur terbesar dalam akad massal ini merupakan hasil kerja bersama," ujar Nixon.
PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) juga turut menyalurkan pembiayaan KPR Subsidi senilai Rp850 miliar kepada sekitar 5.100 nasabah secara serentak di seluruh jaringan kantornya . Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, menyatakan bahwa aksi ini merupakan komitmen perseroan dalam memperluas akses kepemilikan hunian layak berbasis syariah.
KUR Perumahan dan Insentif Pemerintah
Selain akad KPR subsidi, kegiatan tersebut juga mencakup akad massal bagi 200 debitur Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dengan total nilai mencapai Rp880 miliar untuk 7.100 debitur.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memastikan berbagai insentif diberikan untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah. Bunga KPR subsidi tetap dipertahankan sebesar 5 persen meski suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) berada di level 5,75 persen . Selain itu, uang muka (DP) hanya 1 persen dan debitur mendapatkan perlindungan asuransi.
"Uang muka rumah subsidi cukup 1 persen. Di dalam fasilitas tersebut juga telah termasuk perlindungan asuransi," ujar Maruarar.
Program ini terbuka bagi seluruh masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk asisten rumah tangga (ART) dan pekerja informal. Hingga Juli 2026, BP Tapera mencatat penyaluran FLPP telah mencapai 118.756 unit rumah senilai Rp14,76 triliun melalui 43 bank penyalur.
( berbagai sumber)
