Editor: Dinar Kencana
GEBRAK.ID; JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Merdeka, Jakarta, untuk membahas perkembangan program prioritas kesehatan nasional atau Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC). Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menegaskan komitmen memperluas layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG), memperkuat penanggulangan tuberkulosis (TBC), hingga mempercepat pembangunan rumah sakit dan revitalisasi puskesmas di seluruh Indonesia.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis terus mengalami peningkatan jangkauan. Sepanjang 2025, lebih dari 70 juta penduduk telah mengikuti pemeriksaan kesehatan, sementara hingga pertengahan 2026 jumlah peserta telah melampaui 42,3 juta orang yang tersebar di 38 provinsi.
Pemerintah kini tidak hanya berfokus pada deteksi dini penyakit, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh pengobatan secara langsung melalui fasilitas kesehatan tingkat pertama.
"Tidak hanya berhenti pada deteksi dini, program CKG mulai tahun ini memprioritaskan upaya pengobatan dan penyembuhan oleh petugas puskesmas dengan pemberian obat serta monitoring gratis bagi masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes," ujar Teddy dalam keterangannya.
Penanganan TBC Lebih Terintegrasi
Selain CKG, Presiden juga menerima laporan mengenai percepatan penanggulangan TBC yang menjadi salah satu prioritas nasional. Pemerintah menerapkan sistem pelayanan terpadu atau one-stop service (OSS), sehingga skrining, diagnosis, hingga pengobatan dapat dilakukan di puskesmas pada hari yang sama.
Strategi tersebut juga diintegrasikan dengan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis agar penemuan kasus lebih cepat dan pasien segera memperoleh terapi yang diperlukan.
Pemerintah menilai semakin banyak kasus yang terdeteksi sejak dini akan meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan sekaligus menekan penyebaran penyakit di masyarakat.
Pembangunan RSUD dan Distribusi Alat Kesehatan
Dalam laporan kepada Presiden, Kementerian Kesehatan juga menyampaikan perkembangan peningkatan kualitas layanan di 66 rumah sakit umum daerah (RSUD) yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Dari 22 rumah sakit yang ditargetkan pada tahap awal, sebanyak 20 telah selesai dibangun pada 2025 dan 10 di antaranya telah beroperasi melayani masyarakat. Pada 2026, sebanyak 14 dari 20 proyek lanjutan telah memasuki tahap pembangunan, sedangkan 24 RSUD lainnya masih berada dalam tahap perencanaan untuk 2027.
Di sisi lain, pemerintah telah mendistribusikan 905 alat kesehatan utama ke 258 kabupaten dan kota. Peralatan tersebut meliputi cathlab, CT scan, mamografi, MRI, hingga Linear Accelerator (Linac) untuk mendukung pelayanan penyakit jantung, kanker, dan penyakit kritis lainnya.
RSUP Jayapura Siap Diresmikan
Menkes juga melaporkan bahwa pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura di Papua telah selesai dan siap diresmikan Presiden Prabowo. Rumah sakit tersebut diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan rujukan tidak hanya bagi kawasan timur Indonesia, tetapi juga wilayah Pasifik dan Oseania.
Sementara itu, pembangunan RSUP Riau telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan selesai serta diresmikan pada Desember 2026. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan dapat mengurangi jumlah masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri.
Revitalisasi 10.000 Puskesmas
Ke depan, pemerintah menyiapkan program revitalisasi 514 RSUD di seluruh kabupaten dan kota beserta pembenahan tata kelolanya. Selain itu, revitalisasi sekitar 10.000 puskesmas, puskesmas pembantu, dan laboratorium kesehatan masyarakat di seluruh kecamatan dan kelurahan juga menjadi agenda utama transformasi sistem kesehatan nasional.
Langkah tersebut diharapkan memperkuat layanan kesehatan primer sehingga masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan, pengobatan, dan pemantauan penyakit secara lebih cepat, merata, dan berkualitas di seluruh Indonesia.
(berbagai sumber)
