Ratusan Calon Murid di Bogor Antusias Jalani Seleksi Sekolah Nasional Terintegrasi demi Raih Pendidikan Berkualitas

Semangat dan optimisme mewarnai pelaksanaan seleksi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026). Ratusan calon murid mengikuti Tes Skolastik sebagai salah satu tahapan penting dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB). (Foto: Humas Kemendikdasmen)
Editor: Endro Yuwanto

GEBRAK.ID, BOGOR -- Semangat dan optimisme mewarnai pelaksanaan seleksi Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026). Ratusan calon murid datang bersama orang tua mereka untuk mengikuti Tes Skolastik sebagai salah satu tahapan penting dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Tak sekadar mengikuti ujian, para peserta membawa harapan besar untuk meraih pengalaman belajar yang lebih baik, mengembangkan potensi diri, hingga membuka jalan menuju perguruan tinggi impian.

Sejak pagi, peserta tampak mengikuti seluruh tahapan seleksi dengan tertib. Mereka mengaku telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari mempelajari materi dasar, berlatih soal logika dan numerasi, hingga meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.

Salah satu peserta, Sabrina Mutiara Saputri, mengaku mengetahui informasi mengenai Sekolah Nasional Terintegrasi melalui media sosial Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Kebetulan aku dapat informasi dari media sosial, Instagram Kemendikdasmen," ujar Sabrina.

Dukungan dari orang tua membuatnya semakin percaya diri menghadapi seleksi. Selama beberapa waktu terakhir, ia rutin berlatih mengerjakan berbagai model soal agar lebih siap mengikuti Tes Skolastik.

Usai menyelesaikan ujian, Sabrina mengaku optimistis mampu lolos menjadi salah satu murid SNT. "Aku yakin bahwa aku akan lolos. Aku ingin meraih lebih banyak prestasi lagi di SNT dan jadi pribadi yang lebih baik," katanya penuh semangat.

JANGAN TERLEWATKAN Biar tak Bingung! Ini Perbedaan Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda yang Perlu Diketahui

Optimisme serupa juga disampaikan Paramitha Putri R. Menurutnya, Tes Skolastik bukan hanya menjadi proses seleksi, tetapi juga kesempatan untuk mengenali kemampuan diri.

Ia merasa dapat mengetahui materi yang telah dikuasai sekaligus memahami aspek yang masih perlu ditingkatkan.

"Sepemahaman saya, SNT adalah program baru dari pemerintah untuk menciptakan masa depan yang lebih gemilang, menciptakan generasi-generasi emas," ungkap Paramitha.

Bagi Paramitha, kesempatan belajar di SNT juga menjadi cara untuk membanggakan kedua orang tua melalui pendidikan yang lebih berkualitas.

JANGAN TERLEWATKAN Sekolah Nasional Terintegrasi Bakal Berbeda dari Sekolah Reguler, Ini Penjelasan Kemendikdasmen 

Sementara itu, Muhammad Rico Alfarizky Janeeta mengetahui informasi mengenai SNT melalui sosialisasi yang dilakukan di sekolahnya.

Menurut Rico, lingkungan belajar yang ditawarkan SNT terlihat menarik karena didukung fasilitas yang lebih lengkap serta kurikulum yang berbeda dibanding sekolah pada umumnya. "Harapan saya di sana semoga belajarnya lebih semangat. Kurikulumnya juga beda, bisa tambah pengetahuan lebih banyak," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Liana Aulia Riyanto. Ia tertarik mengikuti seleksi karena melihat program pembelajaran dan fasilitas yang dimiliki SNT mampu menunjang pengembangan kemampuan akademik maupun nonakademik.

Liana berharap dapat diterima sehingga memiliki kesempatan lebih besar untuk melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi negeri.

Tes Skolastik merupakan salah satu tahapan utama dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru Sekolah Nasional Terintegrasi Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui mekanisme seleksi yang objektif, transparan, dan berkeadilan, Kemendikdasmen berupaya memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh calon murid untuk memperoleh layanan pendidikan bermutu.

Program Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mencetak generasi unggul melalui pembelajaran yang mendorong pengembangan potensi, minat, bakat, serta kemampuan akademik peserta didik secara optimal.

(Sumber: Kemendikdasmen)