Respons Survei SMRC, Mensesneg Prasetyo Tegaskan Pemerintah Bekerja untuk Rakyat Bukan Kejar Hasil Survei

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto Sekretariat Negara)
Editor: A. Rayyan K

GEBRAK.ID, JAKARTA -- Istana Kepresidenan merespons hasil survei terbaru Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Pemerintah menegaskan seluruh program yang dijalankan tidak bertujuan mengejar hasil survei, melainkan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat menjawab pertanyaan wartawan dalam perjalanan menggunakan Kereta Api Nusantara Explorer dari Batang, Jawa Tengah, menuju Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut Prasetyo, sejak awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah berkomitmen menjalankan berbagai program berdasarkan kebutuhan rakyat dan janji yang disampaikan saat kampanye Pilpres 2024.

"Sedari awal, selalu kita sampaikan bahwa kita bekerja bukan dalam rangka mencari hasil survei. Kita meyakini apa yang kita kerjakan, program yang diputuskan oleh Bapak Presiden, program yang sekarang dikerjakan oleh seluruh kementerian dan lembaga, memang semuanya berorientasi untuk kepentingan masyarakat," kata Prasetyo.

JANGAN TERLEWATKAN Survei SMRC: 61,6 Persen Publik tak Puas dengan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis 

Prasetyo yang juga menjabat sebagai Juru Bicara Presiden RI menegaskan pemerintah tidak menjadikan survei sebagai ukuran utama dalam bekerja. Menurutnya, fokus pemerintah adalah merealisasikan program-program strategis yang diyakini dapat membawa manfaat bagi masyarakat luas.

"Kami tak pernah melihat atau bekerja untuk mengejar sebuah survei, tetapi dari yang kita kerjakan, kita yakin rakyat akan bisa menerima semua yang kita jalankan sebagai janji kampanye, sebagai cita-cita kita bersama sebagai bangsa dan negara yang ingin maju, ingin sejahtera, mandiri dalam berbagai bidang, di antaranya pangan, kemudian energi, industrialisasi kita kejar, hilirisasi kita kejar," jelas Prasetyo.

Meski demikian, pemerintah menegaskan hasil survei akan dipandang sebagai masukan, sementara prioritas utama tetap menjalankan program pembangunan yang telah dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mewujudkan berbagai target nasional.

Pernyataan tersebut muncul setelah SMRC merilis hasil survei terbaru mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Dalam survei yang dilakukan pada 5 hingga 19 Juli 2026, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tercatat mencapai 51,1 persen.

JANGAN TERLEWATKAN Survei SMRC: Kepuasan Publik ke Prabowo Anjlok 30 Persen, Ekonomi Jadi Sorotan 

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan dari angka tersebut sebanyak 4,8 persen responden menyatakan sangat puas, sedangkan 46,3 persen lainnya mengaku cukup puas terhadap kinerja pemerintah.

Survei melibatkan 749 responden yang merupakan warga negara Indonesia dengan hak pilih. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara via telepon sebanyak 83,8 persen dan wawancara tatap muka sebesar 16,2 persen.

SMRC juga menyebut hasil survei tersebut memiliki margin of error sekitar 3,7 persen sehingga masih berada dalam batas toleransi statistik yang lazim digunakan dalam penelitian opini publik.

(Sumber: Sekretariat Negara)